Sejarah dan Signifikansi Paskha dalam Tradisi Ortodoks Timur
Pengertian Paskha: Hakikat Kebangkitan
Paskha, atau Pascha, juga dikenal sebagai Paskah dalam agama Kristen Barat, adalah perayaan paling penting dalam tradisi Ortodoks Timur. Ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus, menandai titik sentral dalam kalender liturgi Kristen. Berbeda dengan Paskha di Barat, waktu dan adat istiadat yang terkait dengan Paskha mencerminkan kegembiraan, pembaruan, dan makna teologis mendalam yang berakar pada Kekristenan Timur.
Asal Usul Sejarah: Perkembangan Paskha
Kata “Paskha” berasal dari bahasa Ibrani “Pesach”, yang berarti Paskah, yang mengacu pada hari raya Yahudi yang merayakan Eksodus dari Mesir. Umat Kristen mula-mula merayakan Paskah bersamaan dengan Paskah, yang menandakan kebangkitan Yesus sebagai pemenuhan simbolisme domba Paskah. Baru pada Konsili Nicea Pertama pada tahun 325 M, metode standar penghitungan tanggal Paskah ditetapkan, yang menentukan bahwa hari itu dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama setelah ekuinoks musim semi.
Perhitungan Tanggal: Pengaruh Kalender Julian
Gereja Ortodoks tetap menggunakan kalender Julian untuk menentukan tanggal Paskha, sehingga mengakibatkan perbedaan tanggal perayaan dibandingkan dengan Paskah Barat yang mengikuti kalender Gregorian. Perbedaan ini dapat menyebabkan kedua Paskah terjadi pada tanggal yang sama atau, dalam beberapa tahun, selang waktu beberapa minggu. Gereja Ortodoks Timur menganut prinsip bahwa Paskha harus selalu dirayakan setelah Paskah Yahudi, sehingga hubungan antara kedua peristiwa tersebut tetap utuh.
Makna Liturgi: Malam Paskah
Gereja Ortodoks Timur merayakan Paskha dengan kebaktian liturgi yang rumit. Malam Paskah dimulai pada akhir Sabtu Suci dan berlanjut hingga dini hari Minggu pagi. Kebaktian dimulai dalam kegelapan total, melambangkan penguburan Kristus, dan kemudian beralih ke terang, melambangkan kebangkitan-Nya. Proklamasi “Kristus telah bangkit!” diikuti dengan “Sesungguhnya Dia telah bangkit!” diulangi dengan sungguh-sungguh di antara jamaah, menjalin jalinan kegembiraan bersama yang mendefinisikan perayaan Paskha.
Elemen Liturgi: Teks dan Nyanyian Khusus
Himne khusus, seperti “Kanon Paskah”, dinyanyikan sepanjang Pekan Suci menjelang Paskha. Homili Paskah St. Yohanes Krisostomus juga dibacakan, menekankan tema penebusan dan kemenangan atas kematian. Setiap detail dalam kebaktian ini dirancang dengan cermat untuk mencerminkan peristiwa Pekan Suci dan teologi kebangkitan.
Makanan Tradisional: Pesta Perayaan dan Simbolisme
Paskha juga dicirikan oleh tradisi kuliner yang kaya yang menampilkan makanan-makanan tertentu yang secara tradisional tidak boleh dikonsumsi selama masa Prapaskah. Hidangan tertentu memiliki simbolisme yang mendalam; misalnya keju Paskha (keju manis yang dibentuk dalam bentuk khusus) sering melambangkan makam Kristus, sedangkan daging domba melambangkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Wanita di banyak keluarga Ortodoks menyiapkan makanan perayaan untuk mengantisipasi perayaan kebangkitan, sering kali melibatkan keju yang kaya rasa, telur yang diwarnai merah (melambangkan darah Kristus), dan berbagai daging.
Praktik Budaya: Adat Istiadat di Seluruh Negara Ortodoks
Cara perayaan Paskha sangat bervariasi antar budaya Ortodoks. Di Yunani, misalnya, masyarakat sering kali terlibat dalam suasana yang meriah, dengan menyertakan musik dan tarian perayaan dalam perayaannya. Di Rusia, adat istiadat tradisionalnya mencakup “kulich”, yaitu roti manis—sering disamakan dengan kue Paskah, yang dihias dengan cermat. Setiap negara membawa cita rasa dan tradisi uniknya untuk meningkatkan pengalaman kebangkitan kolektif Ortodoks.
Peran Komunitas: Pengalaman Bersama
Sebagian besar makna Paskha terletak pada aspek komunalnya. Keluarga dan teman berkumpul untuk menghadiri kebaktian Paskah, berbuka puasa bersama. Perayaan ini melampaui pengalaman individu, merangkum rasa kebersamaan yang lebih luas dan keyakinan bersama yang menyemangati umat Ortodoks.
Telur Paskah: Simbol Kehidupan Baru
Salah satu tradisi yang paling dikenal terkait dengan Paskha adalah pewarnaan telur. Telur adalah simbol kehidupan baru dan kebangkitan; telur merah sangat populer, melambangkan darah Kristus. Di banyak rumah Ortodoks, merupakan kebiasaan untuk berpartisipasi dalam permainan memecahkan telur, yang melambangkan kebangkitan dan pemecahan cangkang bumi untuk mencapai kehidupan kekal.
Implikasi Teologis: Keselamatan dan Kehidupan Kekal
Landasan teologis Paskha lebih dari sekedar perayaan; mereka mengedepankan tema keselamatan dan kehidupan kekal. Kebangkitan merupakan janji kehidupan setelah kematian, mengalahkan dosa dan keputusasaan. Kepercayaan Ortodoks Timur menekankan gagasan “teosis”, di mana umat beriman berjuang menuju kesatuan dengan Tuhan, dan Paskha mewujudkan perjalanan ini, memposisikannya sebagai aspek dasar kehidupan spiritual.
Kesimpulan Tradisi dan Ajaran: Dampak Abadi
Meskipun perayaan Paskha Ortodoks Timur secara historis berakar pada praktik kuno, dampaknya bergema melalui ibadah dan budaya kontemporer. Ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat akan iman, pembaruan, dan harapan, memberikan struktur dasar bagi kehidupan umat Kristen Ortodoks. Adat istiadat, ritus, dan aspek komunitas Paskha terus berkembang, menunjukkan ketahanan dan semangat tradisi Ortodoks Timur di dunia modern. Selama berabad-abad, Paskha tetap menjadi mercusuar yang memiliki makna spiritual, menyatukan umat beriman dalam sukacita kebangkitan Kristus.
